99. AS SHABUUR (Dzat Yang Maha Sabar) Setelah kita memahami asma’-asma’ Allah Ta’ala mulai Ar Rahman sampai Ar Rasyid, bisa kita pahami begitu besarnya keinginan Allah Ta'ala untuk menyelamatkan hamba-hambaNya didunia dan diakhirat. Sehingga disetiap Asma’ diperuntukkan untuk menyelamatkan hamba-hambaNya agar tidak tergelincir dari jalan yang lurus. Allah Ta’ala sangat sayang kepada hamba-hambaNya dan sedikitpun tidak mempunyai keinginan untuk menyiksa hamba-hambaNya diakhirat kelak. Akan tetapi manusia itu sendiri yang tidak mau diselamatkan oleh Allah Ta'ala sehingga kebanyakan manusia selalu memperturutkan hawa nafsunya dan tidak mau mengikuti hukum-hukum Allah Ta'ala. Dengan segala cara Allah Ta'ala telah lakukan untuk menyelamatkan hamba-hamba-Nya didunia dan diakhirat. Dengan kasih sayang-Nya Allah Ta'ala telah memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan hamba-hambaNya. Akan tetapi kebanyakan hamba-hambaNya justru menyekutukan-Nya dan selalu memperturutkan hawa nafsunya. Oleh sebab itu dengan sangat terpaksa Allah Ta'ala akan menyiksanya diakhirat kelak. Karena Allah Ta'ala telah mempunyai ketentuan bahwa barang siapa yang mau mengikuti petunjuk (hukum-hukum) yang telah Dia turunkan, maka dia akan memperoleh syurga yang penuh kenikmatan. Sedangkan bagi orang-orang yang tidak mau mengikuti petunjuk yang telah Allah Ta'ala turunkan dan selalu memperturutkan hawa nafsunya, maka dia akan masuk neraka yang didalamnya terdapat siksa yang sangat pedih. Semua Asma’ul Husna bertujuan untuk menyelamatkan hamba-hambaNya, akan tetapi hamba-hambaNya sendirilah yang tidak mau selamat. Karena jika kita perhatikan, semua jalan yang akan ditempuh oleh manusia semuanya dijaga oleh Allah Ta’ala agar kiranya manusia tidak tergelincir dari jalan yang lurus. Oleh sebab itu apabila kita masuk neraka sedikitpun tidak bisa menyalahkan Allah Ta’ala. Akan tetapi manusia selalu memilih jalan yang sesat yang justru akan menjerumuskan dirinya kedalam neraka. Padahal apabila seseorang memiliki sedikit saja kesungguhan untuk selamat (menempuh jalan yang lurus), maka Allah Ta’ala akan membimbingnya kejalan yang lurus. Asma’ terakhir yang Allah Ta’ala siapkan bagi hamba-hambaNya yang tergelincir dari jalan yang lurus atau hamba-hambaNya yang tersesat dan penuh dengan dosa dan kesalahan adalah As Shabur. Didalam kehidupan ini sudah begitu banyak nikmat-nikmat yang telah Allah Ta'ala berikan kepada kita. Kita bisa melihat, mendengar, melangkah, makan, minum, berpakaian, bertempat tinggal, berkendaraan, berilmu dan lain sebagainya, semuanya adalah pemberian dan pertolongan Allah Ta'ala. Akan tetapi kebaikan-kebaikan Allah Ta'ala tersebut justru kita balas dengan kemusyrikan (menyekutukanNya), kedurhakaan, kemunafikan, penghianatan dan keingkaran. Bahkan kita selalu memperturutkan hawa nafsu dari pada mengikuti perintah Allah Ta'ala. Allah Ta’ala telah memberikan umur tetapi justru kita pakai untuk melupakan Dia. Allah Ta'ala telah memberikan rizki tetapi justru kita pakai untuk mendurhakaiNya dan memperturutkan hawa nafsu. Allah Ta'ala memberi ilmu tetapi justru kita pakai untuk kesombongan. Allah Ta'ala memberi tenaga tetapi justru kita pakai untuk bermaksiat kepadaNya. Begitu juga dengan yang lainnya. Setiap hari kita makan rizki-Nya, setiap saat kita hirup udara-Nya, setiap hari kita injak bumi-Nya, setiap saat kita nikmati pemberian-pemberian-Nya, kita bisa melihat, mendengar, berbicara, bergerak dan lain sebagainya, semuanya adalah pemberian dari-Nya. Akan tetapi kita masih sering berbuat durhaka kepada-Nya, tidak mau mensyukuri nikmat-nikmatNya dan tidak mau mengakui semua itu datangnya dari-Nya. Setiap saat Allah Ta'ala selalu memberikan kebaikan-kebaikan kepada kita, akan tetapi setiap saat juga kita balas dengan keburukan-keburukan. Kira-kira kurang baik apalagi Allah Ta'ala terhadap diri kita? Inilah Tuhan kita yang sangat baik dan sangat sayang kepada hamba-hambaNya. Yang menyebabkan manusia berbuat jahat dan menyakiti Allah Ta'ala adalah karena mereka memperturutkan hawa nafsu. Akan tetapi dengan sabar Allah Ta’ala menunggu kita kembali kepadaNya untuk bertaubat dan menempuh jalan yang lurus. Dan apabila kita mau kembali kepada-Nya dan menempuh jalan yang lurus, maka Allah Ta'ala tidak lagi menghitung kesalahan-kesalahan, dosa-dosa dan perbuatan-perbuatan durhaka yang pernah kita lakukan. Sebesar apapun dosa dan kesalahan yang kita lakukan apabila kita mau bertaubat dan kembali kepadaNya, niscaya Dia pasti menerima kita dengan tangan terbuka. Ibaratnya ada orang tua yang sangat sayang kepada anaknya. Akan tetapi anaknya justru membencinya, mendurhakainya, dan pergi dari rumah meninggalkannya. Padahal orang tua telah memberikan kebaikan, perhatian dan kasih sayang kepadanya. Setelah anaknya pergi, orang tua selalu menunggu dan menanti kapan anaknya akan kembali. Orang tua sangat sedih memikirkan nasib anaknya yang pergi dari rumah. Karena diluar rumah banyak sekali gangguan-gangguan yang akan mencelakakannya. Oleh sebab itu orang tua mengirimkan utusan-utusanya untuk menasehati anaknya agar dia mau kembali kepadanya. Hari ini orang tua menunggu anaknya dengan bersabar. Besok, orang tua menunggu lagi anaknya dengan bersabar. Lusa orang tua menunggu lagi anaknya dengan bersabar. Sampai dengan seterusnya sampai anaknya mau kembali kepadanya. Dan apabila anaknya mau kembali, orang tua tidak mempermasalahkan kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat anaknya. Yang penting anaknya mau kembali, orang tua sangat senang dan menerimanya dengan tangan terbuka. Begitupun juga dengan Allah Ta'ala. Dia sangat sedih melihat hamba-hambaNya yang pergi meninggalkan-Nya, menyekutukan-Nya, mendurhakai-Nya dan tidak mau kembali kepada-Nya. Padahal semua kebutuhan, kebaikan dan kasih sayang telah Allah Ta'ala berikan kepadanya. Akan tetapi kenapa manusia justru mengikuti hawa nafsu dan syetan serta menjadikan hawa nafsu dan syetan sebagai tuhannya? Dan didalam masa menunggu itu Allah Ta'ala menurunkan kitab-Nya dan mengirim utusan-utusanNya untuk mengingatkan hamba-Nya agar mau kembali kepada-Nya. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mau menerima petunjuk yang telah Allah Ta'ala turunkan dan tidak mau mengikuti utusan-utusanNya. Padahal andaikata sang hamba mau kembali kepada-Nya, maka Allah Ta'ala tidak mempermasalahkan (menghitung) dosa-dosa dan kesalahan yang telah dia lakukan. Yang penting sang hamba mau kembali kepada-Nya, Allah Ta'ala sangat senang dan menerimanya dengan tangan terbuka. Akan tetapi perlu kita ingat bahwa kesabaran Allah Ta'ala ini ada batasnya. Yaitu ketika nyawa telah sampai dikerongkongan. Pada saat itulah tidak ada lagi pengampunan dari dosa-dosa, tidak ada lagi pemaafan dari kesalahan-kesalahan, tidak ada lagi upaya untuk beriman dan beramal sholeh. Oleh sebab itu bagi orang-orang yang masuk neraka, memang dia sendiri yang menginginkan masuk neraka. Karena sebetulnya Allah Ta'ala sangat sedih dan sangat terpaksa menyiksa hambaNya didalam neraka. Karena Allah Ta'ala sangat menginginkan semua hambaNya masuk syurga. Oleh sebab itu hendaknya kita manfaatkan kesabaran dan kebaikan Allah Ta'ala ini untuk segera kembali kepadaNya dan meninggalkan perbuatan dosa dan kesalahan yang selama ini kita lakukan, sebelum ajal kita menjemput. Karena apabila ajal kita sudah sampai, maka kita tidak bisa lagi bertaubat dan memperbaiki diri. Akan tetapi kenapa kita tidak mau kembali kepadaNya? Kapan kita akan kembali kepadaNya? Kapan kita kembali kejalan yang lurus? Seharusnya mulai sekarang marilah kita berjanji untuk tidak lagi menyekutukan Allah Ta'ala, tidak lagi meninggalkan Allah Ta'ala, tidak lagi berbuat ingkar kepadaNya, tidak lagi melanggar aturan-aturanNya, tidak lagi mendustakan Rasul-Nya. Marilah kita berniat dan berjanji untuk memanfaatkan sisa umur ini dan hari-hari kedepan untuk menyenangkan Allah Ta’ala, mematuhi segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Setelah itu berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk menepati janji-janji kita tersebut. Sudah begitu banyak dosa dan kesalahan yang kita perbuat didalam hidup ini. Sudah terlalu lama kita melakukan kemusyrikan-kemusyrikan dan kedurhakaan-kedurhakaan kepada Allah Ta'ala, tetapi Dia tetap sabar dengan tangan terbuka menunggu kita kembali. Oleh sebab itu jangan sekali-kali kita sia-siakan kesempatan ini sebelum ajal kita menjemput. Setiap saat Dia menunggu hamba-hambaNya untuk kembali kepadaNya. Waktu-demi waktu, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, Dia selalu menunggu kapan hambaNya akan kembali kepada-Nya. Karena kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-hambaNya yang begitu besar, Dia tidak rela melihat hamba-hambaNya celaka nanti diakhirat. Oleh sebab itu Dia selalu memanggil dan menunggu hamba-hambaNya untuk segera kembali kepadaNya dan masuk kedalam bentengNya. Allah Ta'ala sangat bahagia jika hamba-hambaNya mau kembali kepadaNya dan Dia akan menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Pertama Allah Ta’ala memberikan petunjuk-petunjukNya, lalu menunggu kapan hambaNya mau kembali? Jika masih belum kembali, Allah Ta'ala akan memberikan peringatan-peringatan lalu menunggu kapan hambaNya mau kembali? Setelah itu Allah Ta'ala akan memberikan peringatan yang lebih besar lagi lalu menunggu kapan hambaNya mau kembali? Apabila dengan petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan yang Allah Ta'ala berikan masih juga membuat hamba-Nya tidak mau kembali kepadaNya, berarti hamba-Nya sendiri yang memilih kesesatan dan kesengsaraan diakhirat kelak. Sehingga dengan sangat terpaksa Allah Ta'ala akan menyiksanya didalam Neraka. Oleh sebab itu jangan pernah menunggu hari esok untuk kembali kepadaNya. Berjanjilah kepada Allah Ta’ala bahwa mulai detik ini kita akan kembali kepadaNya. “Yaa Allah Yaa Tuhan kami, hari ini kami akan kembali kepadaMu. Mohon terimalah kami disisi-Mu, mohon ampunilah segala dosa kami dan mohon maafkanlah segala kesalahan kami”. Setelah itu tanamkanlah dan peliharalah kalimat tauhid didalam hati kita agar jangan sampai lepas. Gantilah hari-hari kita yang lalu yang sering kita pakai untuk kedurhakaan dengan ketaqwaan-ketaqwaan. Gantilah hari-hari kita yang lalu yang sering kita pakai untuk memperturutkan hawa nafsu dengan keta’atan kepadaNya. Setiap saat Allah Ta'ala selalu memanggil hamba-hambaNya : “Wahai hamba-hambaKu, kembalilah engkau kepada-Ku. Niscaya akan Aku ampuni dosa-dosa dan kesalahanmu. Akan Aku selamatkan engkau diakhirat kelak”. Akan tetapi kita tidak mau mematuhi seruan Allah Ta'ala tersebut, justru kita selalu mengikuti musuh-Nya yaitu hawa nafsu. Padahal Allah Ta'ala selalu memanggil kita setiap saat dan setiap waktu sampai dengan batas ajal. Sehingga diakhirat kelak Allah Ta'ala akan berfirman : “Wahai hamba-hambaKu, Aku telah memanggilmu, Aku telah menurunkan petunjuk-petunjukKu, Aku telah menurunkan Rasul-RasulKu, Aku telah memberikan peringatan-peringatanKu, tetapi kamu masih tetap tidak mau kembali, kamu masih tetap memilih kesesatan, kamu masih tetap memperturutkan hawa nafsu, dan kamu sendiri yang memilih azab dari pada nikmat. Maka dihari ini kamu akan termasuk orang-orang yang celaka. Karena sudah menjadi ketentuan-Ku bahwa barang siapa yang tidak mau mengikuti petunjuk yang telah Aku turunkan, maka mereka akan Aku masukkan kedalam neraka”. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak kesabaran dan kesempatan taubat yang diberikan Allah Ta'ala kepada kita yang kita manfaatkan untuk segera bertaubat kepada-Nya? dan seberapa banyak yang kita menunda-nunda bertaubat sehingga datang keputusan Allah Ta'ala? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang tidak pernah menunda-nunda untuk kembali kepada-Mu. Dan terimalah kami ya Allah, sebagai hamba-hambaMu yang kembali kepada-Mu. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa sampai saat ini Allah Ta'ala masih menunggu hamba-hambaNya yang berdosa dengan penuh kesabaran sampai dengan batas ajal. Allah Ta'ala sangat berharap agar hamba-hambaNya mau kembali kepada-Nya untuk menempuh jalan yang lurus. Oleh sebab itu bagi orang-orang yang beriman, sedikitpun dia tidak pernah berputus asa dari rahmat dan pengampunan Allah Ta'ala. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia betul-betul memanfa’atkan waktu untuk segera kembali kejalan yang lurus, bertaubat kepada Allah Ta'ala dan memperbaiki diri serta menjalankan petunjuk-petunjukNya. Yaitu menjalankan segala apa yang diperintahkan Allah Ta'ala dan menjauhi segala apa yang dilarangNya dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengganti keburukan-keburukan dimasa lalu dengan kebaikan-kebaikan. Karena dia yakin bahwa kesabaran Allah Ta'ala didalam menunggu hamba-hambaNya adalah sampai batas ajal. Apabila ajal telah tiba, maka tidak bisa bertaubat dan memperbaiki diri. Oleh sebab itu dia akan memanfa’atkan waktu, detik demi detik, menit demi menit untuk menggapai keridhoan Allah Ta'ala. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami bisa memanfaatkan waktu yang masih Engkau berikan kepada kami untuk segera bertaubat dan kembali kepada-Mu. F. Sikap Orang Bertawakkal Apabila dia telah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, maka dia-pun berserah diri kepada Allah Ta'ala dengan penuh harapan, agar Allah Ta'ala berkehendak untuk menerimanya kembali. G. Sikap Orang Mukhlis Dia tidak mempermasalahkan apapun yang Allah Ta'ala berikan kepadanya. Apakah Allah Ta'ala akan memberikan hukuman atau tidak, semuanya dia terima dengan ikhlas. Yang penting Allah Ta'ala mau menerimanya kembali sebagai seorang hamba yang diridhoi-Nya. Orang-orang mukhlis sangat bersyukur kepada Allah Ta'ala, karena Allah Ta'ala masih memberinya kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Seandainya Allah Ta'ala mencabut nyawanya sebelum bertaubat, atau Allah Ta'ala menjatuhkan azab-Nya sebelum bertaubat, atau Allah Ta'ala mengunci mati hatinya, maka tidak ada lagi kesempatan untuk bertaubat, tidak ada lagi kesempatan untuk mengupayakan keimanan dan tidak ada lagi kesempatan untuk mengupayakan kebaikan. Hal ini sungguh anugerah dari Allah Ta'ala yang sangat besar. Karena Dia telah memberikan kesempatan dan petunjuk sebelum ajal kita menjemput. Oleh sebab itu hendaknya kita manfaatkan karunia Allah Ta'ala ini dengan sebaik-baiknya. Karena kita tidak tahu berapa lama lagi kita akan hidup? kita tidak tahu kapan umur kita akan berakhir? Jika kita tidak mau memanfaatkannya, maka kita akan celaka untuk selama-lamanya. Setelah itu dia akan berusaha untuk tidak lagi meninggalkan Allah Ta'ala sehingga Allah-pun tidak akan meninggalkannya. Tanamkan didalam hati kita bahwa hanya Allah Ta'ala yang kita cintai, setelah itu ucapkanlah dengan lisan, dan buktikanlah dengan perbuatan, kemudian ber-istiqomahlah. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ As Shabur Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia akan memiliki sifat sabar seperti kesabaran Allah ini. Karena ia pernah mengalami dan membuktikan bahwa Allah memang betul-betul bersabar atas semua yang telah dia perbuat dan tetap akan selalu menunggu dan menunggu sampai dia kembali kepadaNya. Dan didapatinya Allah Maha Pengampun, Maha Pemaaf dan Maha Menerima Syukur. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ As Shabur Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk mengingatkan manusia agar mereka segera kembali kejalan-Mu, sehingga manusia dapat melihat bahwa apabila mereka tidak segera kembali kepada-Mu, belumlah tentu mereka dapat kembali. Karena waktu ajal yang telah ditentukan bagi manusia tidak ada seorangpun yang tahu. Sehingga apabila mereka tidak segera untuk kembali kepada-Mu, maka mereka akan menyesal nanti diakhirat.